Thursday, January 19, 2012

BULETIN KKI Montreal Edisi Desember 2011



Redaksi

Felicia Lukito




 
e-mail






dokumentasi





Renungan.


Asuhan:

Rm. Reinier Van Leeuwen, SCJ



"Ajarilah Anak-anak Arti Natal yang Sebenarnya."
S
atu minggu ebelum Natal, saya kedatangan tamu. Begini ceritanya. Saya sedang bersiap-siap untuk tidur ketika saya mendengar suara berisik di ruang tamu. Saya membuka pintu kamar dan saya amat terkejut, Sinterklas tiba-tiba muncul dari balik pohon Natal.



Sinterklas tidak tampak gembira seperti biasanya. Malahan saya pikir saya melihat air mata di sudut matanya. "Apa yang sedang anda lakukan?" saya bertanya. "Saya datang untuk mengingatkan kamu … AJARILAH ANAK-ANAK!" kata Sinterklas. Saya menjadi bingung; apa yang dimaksudkannya?



Kemudian dengan suatu gerak cepat Sinterklas memungut sebuah tas mainan dari balik pohon. Sementara saya berdiri dengan bingung, Sinterklas berkata, "Ajarilah anak-anak! Ajarilah mereka arti Natal yang sebenarnya, arti yang sekarang ini telah dilupakan oleh banyak anak."



Sinterklas merogoh ke dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah POHON NATAL mini. Ajarilah anak-anak bahwa pohon cemara senantiasa hijau sepanjang tahun, melambangkan harapan abadi seluruh umat manusia, semua ujung daunnya mengarah ke atas, mengingatkan kita bahwa segala pikiran kita di masa Natal hanya terarah pada surga."



Kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam tas dan mengeluarkan sebuah BINTANG cemerlang. "Ajarilah anak-anak bahwa bintang adalah tanda surgawi akan janji Allah berabad-abad yang silam. Tuhan menjanjikan seorang Penyelamat bagi dunia, dan bintang adalah tanda bahwa Tuhan menepati janji-Nya."  



Ia memasukkan tangannya lagi ke dalam tasnya dan mengeluarkan sebatang LILIN. "Ajarilah anak-anak bahwa Kristus adalah terang dunia, dan ketika kita melihat terang lilin kita diingatkan kepada-Nya yang telah mengusir kegelapan."



Sekali lagi ia memasukkan tangannya ke dalam tasnya, mengeluarkan sebuah LINGKARAN lalu memasangnya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa lingkaran melambangkan cinta Sejati yang tak akan pernah berhenti. Cinta adalah kasih sayang yang terus-menerus - tidak hanya saat Natal tetapi sepanjang tahun."    



Kemudian dari tasnya ia mengeluarkan hiasan SINTERKLAS. "Ajarilah anak-anak bahwa saya, Sinterklas, melambangkan kemurahan hati dan segala niat baik yang kita rasakan sepanjang bulan Desember."



Selanjutnya ia mengeluarkan sebuah HADIAH dan berkata. "Ajarilah anak-anak bahwa Tuhan demikian mengasihi umatnya sehingga Ia memberikan anaknya yang tunggal…"



"Terpujilah Allah atas hadiah-Nya yang demikian mengagumkan itu. Ajarilah anak-anak bahwa para majus datang menyembah sang bayi kudus dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Hendaknyalah kita memberi dengan semangat yang sama dengan para majus."



Sinterklas kemudian mengambil tasnya, memungut sebatang PERMEN coklat berbentuk tongkat dan menggantungkannya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa batangan permen ini melambangkan para gembala. Sekali waktu seekor domba berkelana pergi meninggalkan kawanannya dan tersesat maka gembala datang dan menuntun mereka kembali. Batangan permen ini mengingatkan kita bahwa kita adalah penjaga saudara-saudara kita, sekali





Ia memasukkan tangannya lagi ke dalam tas dan mengeluarkan sebuah boneka MALAIKAT. "Ajarilah anak-anak bahwa para malaikatlah yang mewartakan kabar sukacita kelahiran Sang Penyelamat. Para malaikat itu bernyanyi, "Kemuliaan bagi Allah di surga dan damai di bumi bagi manusia." Sama seperti para malaikat di Betlehem, kita patut mewartakan Kabar Gembira tersebut kepada keluarga dan teman-teman: Immanuel - Tuhan beserta kita!

Sekarang Sinterklas kelihatan gembira. Ia memandang saya dan saya melihat matanya telah bersinar kembali. Ia berkata, "Ingat, ajarilah anak-anak arti Natal yang sebenarnya. Jangan menjadikan saya pusat perhatian karena saya hanyalah hamba dari Dia yang adalah arti Natal yang sebenarnya - Immanuel - Tuhan beserta kita. Kemudian, secepat datangnya, Sinterklas tiba-tiba pergi.



Dan seperti biasa - Sinterklas telah datang untuk membawa hadiah bagi saya dan anak-anak saya - suatu hadiah yang luar biasa. Sinterklas telah membantu saya mengingat kembali arti Natal yang sebenarnya - dan arti kedatangan Yesus ke dunia. Dan saya tahu, bagi saya dan anak-anak, Natal ini akan menjadi Natal yang terindah - karena IMMANUEL ~ TUHAN BESERTA KITA!


sumber : yesayaonline.com

Agenda
                                                                   JANUARI’12



Misa Biasa:



Waktu:

Hari Minggu, 15 Januari 2012

Waktu akan diberitahukan lebih lanjut



Tempat:

Kapel Biara SCJ

2830 Est Boulevard Gouin

Montreal, QC - H2B 1Y7



***
Laporan Keuangan
NOVEMBER11



Saldo Awal: $ 1,869.30

Pemasukan:         $    370.00

Pengeluaran:        $    182.36

Saldo Akhir:         $ 2,056.94



Hasil kolekte I sebesar $ 93.00 dan diserahkan kepada rumah biara SCJ Montreal

Hasil kolekte II sebesar 80.00 dan penjualan kue dari Sdri.Lissa Soetrisno dan Sdri. Sinta sebesar $ 280.00 diserahkan ke kas KKI-Montreal.

***






TERIMA KASIH KEPADA:

Sdri. Lissa Soetrisno

Sdri. Sinta





Atas sumbangan hasil penjualan makanan ke

 kas KKI-Montreal

Tuhan memberkati



**







ULANG TAHUN



Selamat hari ulang tahun bagi para umat yang merayakannya.

26/12     Bridgeta Chrysanta H

26/12     Christopher Marvin S

28/12     Tony Widjojo

29/12     Athena Codutti

02/01     Monica Kwan

09/01   Rm. Reinier Van Leeuwen

10/01     Angelina Natasha L

10/01     Tony Sugiarto

10/01     Vivi Meliani

14/01     Sudarman Tandubuana

15/01     KKI-Montreal

15/01     Teddy Quintoro

***


Segenap Pengurus

KKI-Montreal mengucapkan terima kasih kepada:



Fr. Claude Bédard, SCJ

Rm. Reinier Van Leeuwen, SCJ



para umat yang telah berpartisipasi  dalam konsumsi, membantu persiapan acara dan yang hadir dalam misa serta perayaan Natal yang  tidak dapat kami sebutkan satu persatu, kami ucapkan



Selamat Hari Natal 2011

&

Tahun Baru 2012


No comments:

Post a Comment