Saturday, April 7, 2012

Buletin Bulan Maret 2012


Redaksi

Felicia Lukito





e-mail





dokumentasi



RENUNGAN  ROHANI

Asuhan:
Rm. Reinier Van Leeuwen, SCJ


BERDOA SAMPAI SESUATU TERJADI


Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya.
Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.
Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.
Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblis pun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya " Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."
Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.
"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya. "Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."
Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.
"Tuhan," katanya " Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?'"
Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian," Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus-
menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu. "
Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya....
Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan. selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya. Ketika segala sesuatu kelihatan keliru.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong).
Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan....  P.U.S.H :
P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens
Tuhan memberkati....


Masa Prapaskah



MENGAPA KITA BERPUASA?



1. Berpuasa mempertajam mata rohani kita - membantu kita melihat apa yang Tuhan lihat.

2. Berpuasa berarti semakin serupa dengan Kristus, yang sering kali berpuasa.

3. Berpuasa adalah cara yang BERITA DUKA baik guna mengingatkan kita untuk berdoa, sebagai ganti makan.

4. Berpuasa membantu kita mengurangi berat badan dan merasa tetap bugar.

5. Berpuasa berarti menghemat uang (membeli lebih sedikit makanan!)

6. Berpuasa berarti menghemat waktu (melewatkan waktu makan!) di mana semua orang serba sibuk dan tidak punya waktu luang.

7. Berpuasa membuat kita merasa bahagia (jika kita melewatkan hari puasa dengan berhasil.)

8. Berpuasa meningkatkan rasa disiplin diri sehingga kita dapat berbuat lebih banyak kebaikan kepada sesama.



sumber : The Young Saints Club; www.geocities.com/Athens/1619



MENGAPA KITA BERPANTANG?



 Ada dua alasan utama. Pertama, sebagai kurban silih atas dosa-dosa kita. Kita melukai hati Tuhan dan sesama ketika kita berdosa. Kedua, dan yang paling utama, kita melukai hati Tuhan dan sesama karena kita kurang dapat mengendalikan diri. Ketika kita tergoda untuk melakukan sesuatu yang jahat (atau tidak melakukan sesuatu yang baik). Kita jatuh dalam pencobaan karena kita tidak mempunyai kehendak yang kuat untuk melakukan yang baik.



Jika kalian ingin belajar mengendalikan diri, mulailah dari hal-hal yang kecil. Selama beberapa minggu berpantanglah sesuatu yang kalian sukai. Misalnya berpantang permen, atau berpantang menonton acara TV yang kalian sukai, atau berpantang pergi ke bioskop.



sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company;



ULANG  TAHUN



Kami mengucapkan selamat hari ulang tahun bagi para umat yang merayakannya :



22/03     Eddy Soewanto

24/03     Riana Wigati

01/04     Hubert Yong

02/04     Georgina Hartono

02/04     William Dwiputra

03/04     Dicky Iwan H

03/04     Victoria

04/04     Michelle Viau

06/04     Pitter Winata

08/04     Kiera Kiley

08/04     Ricardo Codutti


Laporan Keuangan
februari’ 12

Saldo Awal: $ 2,020.43
Pemasukan:         $    10.00
Pengeluaran:        $    0.00
Saldo Akhir:         $ 2,030.43

Hasil kolekte  sebesar $ 95.00 dan diserahkan kepada rumah

***







Agenda

APRIL’12

Misa Biasa:



Dilanjutkan dengan ramah tamah.



Waktu:

Minggu, 8 April 2012

Pukul: 12:30

Tempat:

Kapel Biara SCJ

2830 Est Boulevard Gouin

Montreal, QC - H2B 1Y7







Telah meninggal dunia,



Sdri. Theresia Ko

Kakak dari Sdri. Veronica

Pada 16 Maret 2012

di  Indonesia

Kami mengucapkan turut berduka cita. Semoga arwahnya mendapat tempat di sisi Allah Bapa di surga dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.






Terima Kasih



Kami mengucapkan terima kasih kepada:



Tessa, Vanessa dan Jessyln

Yang telah bertugas sebagai puteri-puteri altar, pada misa bulan ini.



Untuk misa Perayaan Paskah yang akan bertugas sebagai putra-putri altar sebagi berikut:

Chrysant Alexandra,

 Melvin Ong,

 Nathasya & Nikita Lazakar.

Perayaan Misa 18 Maret 2012

Perayaan misa pada hari Minggu, 18 Maret 2012 diselenggarakan dengan suasana yang sedikit berbeda. Kehadiran kembali Romo Reinier van Leeuwen, SCJ. telah menambah kehangatan dalam suasana perayaan misa ini. Meskipun kondisi beliau masih sedikit lemah namun beliau tetap hadir dalam perayaan misa ini. Perayaan misa ini di pimpin oleh Father Jean Claude Bedard, SCJ.







Tampak  Romo Reinier van Leeuwen, SCJ  saat membawakan Homili.








Semoga Allah Bapa Di Surga

Selalu Melimpahkan

Kesehatan Jasmani Dan Rohani

Kepada

Romo Kami Tercinta

Romo Reinier Van Leeuwen, SCJ.

Saturday, February 25, 2012

Buletin KKI Montreal Edisi Pebruari 2012

REDAKSI

Felicia Lukito



E-MAIL

kki_montreal@yahoo.com



DOKUMENTASI

www.kkimontreal.blogspot.com




RENUNGAN ROHANI

Asuhan: Rm. Reinier Van Leeuwen, SCJ


Asal-mula Masa Prapaskah

oleh: P. William P. Saunders

Masa Prapasakah merupakan masa istimewa untuk berdoa, bertobat, bermati raga dan melakukan karya belas kasihan sebagai persiapan menyambut perayaan Paskah. Dalam kerinduannya untuk memperbaharui praktek-praktek liturgi Gereja, Konstitusi tentang Liturgi Kudus Konsili Vatikan II menyatakan, “Dua ciri khas Masa Prapaskah - mengenang atau mempersiapkan pembaptisan, dan membina tobat - haruslah diberi penekanan yang lebih besar dalam liturgi dan dalam katekese liturgi. Masa Prapaskah merupakan sarana Gereja dalam mempersiapkan umat beriman untuk merayakan Paskah, sementara mereka mendengarkan Sabda Tuhan dengan lebih sering dan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa.” (no. 109). Sejak masa awal Gereja, terdapat bukti akan adanya semacam masa persiapan menyambut Paskah. Sebagai contoh, St. Ireneus (wafat 203) menulis kepada Paus St. Victor I, perihal perayaan Paskah dan perbedaan-perbedaan dalam perayaannya antara Timur dan Barat, “Perbedaan tidak hanya sebatas hari, tetapi juga ciri puasa yang sesungguhnya. Sebagian berpendapat bahwa mereka wajib berpuasa selama satu hari, sebagian berpuasa selama dua hari, lainnya lebih lama lagi; sebagian menetapkan 'masa' mereka selama 40 jam. Berbagai perbedaan dalam perayaan tersebut bukan berasal dari masa kita, melainkan jauh sebelumnya, yaitu sejak masa para leluhur kita.” (Eusebius, Sejarah Gereja, V, 24). Ketika Rufinus menerjemahkan bagian berikut ini dari bahasa Yunani ke bahasa Latin, tanda baca yang dibubuhkan antara “40” dan “jam” menjadikan maknanya tampak seperti “40 hari, dua puluh empat jam sehari.” Namun demikian, maksud pernyataan di atas adalah bahwa sejak masa “para leluhur kita” - sebutan bagi para rasul - suatu masa persiapan selama 40 hari telah ada. Tetapi, praktek nyata dan lamanya Masa Prapaskah masih belum seragam di seluruh Gereja. Masa Prapaskah diatur secara lebih mantap setelah legalisasi agama Kristen pada tahun 313. Konsili Nicea (tahun 325), dalam hukum kanonnya, mencatat bahwa dua sinode provincial haruslah diselenggarakan setiap tahun, “satu sebelum Masa Prapaskah selama 40 hari.” St. Atanasius (wafat 373) dalam “Surat-surat Festal” meminta umatnya melakukan puasa selama 40 hari sebelum puasa yang lebih khusuk selama Pekan Suci. St. Sirilus dari Yerusalem (wafat 386) dalam Pelajaran Katekese, mengajukan 18 instruksi sebelum pembaptisan yang diberikan kepada para katekumen selama Masa Prapaskah. St. Sirilus dari Alexandria (wafat 444) dalam serial “Surat-surat Festal” juga mencatat praktek dan lamanya Masa Prapaskah dengan menekankan masa puasa selama 40 hari. Dan akhirnya, Paus St. Leo (wafat 461) menyampaikan khotbahnya bahwa umat beriman wajib “melaksanakan puasa mereka sesuai tradisi Apostolik selama 40 hari”. Orang dapat menyimpulkan bahwa pada akhir abad keempat, masa persiapan selama 40 hari menyambut Paskah yang disebut sebagai Masa Prapaskah telah ada, dan bahwa doa dan puasa merupakan latihan-latihan rohaninya yang utama. .. Tentu saja, angka “40” selalu mempunyai makna spiritual khusus sehubungan dengan persiapan. Di gunung Sinai, sebagai persiapan untuk menerima Sepuluh Perintah Allah, “Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air” (Kel 34:28). Elia berjalan selama “40 hari dan 40 malam” ke gunung Allah, yakni gunung Horeb (nama lain Sinai) (1 Raj 19:8). Dan yang terutama, Yesus berpuasa dan berdoa selama “40 hari dan 40 malam” di padang gurun sebelum Ia memulai pewartaan-Nya di hadapan orang banyak (Mat 4:2). Begitu Masa Prapaskah selama 40 hari ditetapkan, perkembangan berikutnya adalah menyangkut berapa banyak puasa yang harus dilakukan. Di Yerusalem, misalnya, orang berpuasa selama 40 hari, mulai hari Senin hingga hari Jumat, tetapi tidak pada hari Sabtu dan hari Minggu, dengan demikian Masa Prapaskah berlangsung selama delapan minggu. Di Roma dan di Barat, orang berpuasa selama enam minggu, mulai hari Senin hingga hari Sabtu, dengan demikian Masa Prapaskah berlangsung selama enam minggu. Akhirnya, diberlakukan praktek puasa selama enam hari dalam satu minggu, selama masa enam minggu, dan Rabu Abu ditetapkan untuk menggenapkan hari-hari puasa sebelum Paskah menjadi 40 hari. Peraturan-peraturan puasa bervariasi pula. Pertama, sebagian wilayah Gereja berpantang dari segala bentuk daging dan produk hewani, sementara yang lain berpantang makanan tertentu seperti ikan. Sebagai contoh, Paus St. Gregorius (wafat 604), menulis kepada St. Agustinus dari Canterbury, perihal peraturan berikut: “Kami berpantang lemak, daging, dan segala makanan yang berasal dari hewan seperti susu, keju dan telur.” Kedua, peraturan umum adalah orang makan satu kali dalam satu hari, yaitu pada sore hari atau pada pukul 3 petang. Peraturan-peraturan puasa Masa Prapaskah juga mengalami perkembangan. Pada akhirnya, makan sedikit pada waktu siang diperbolehkan guna menjaga daya tahan tubuh selama melakukan pekerjaan sehari-hari. Makan ikan diperbolehkan, dan akhirnya makan daging juga diperbolehkan sepanjang minggu kecuali pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat. Dispensasi diberikan untuk mengkonsumsi produk-produk hewani jika orang melakukan kerja berat, dan akhirnya peraturan ini pun sepenuhnya dihapuskan. Selama bertahun-tahun perubahan-perubahan terus dilakukan dalam merayakan Masa Prapaskah, menjadikan praktek kita sekarang tidak saja sederhana, tetapi juga ringan. Rabu Abu masih menandai dimulainya Masa Prapaskah, yang berlangsung selama 40 hari, tidak termasuk hari Minggu. Peraturan-peraturan pantang dan puasa yang berlaku sekarang amatlah sederhana: Pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung, umat beriman berpuasa (makan kenyang hanya satu kali dalam sehari, ditambah makan sedikit untuk menjaga daya tahan tubuh) dan berpantang setiap hari Jumat selama Masa Prapaskah. Umat masih dianjurkan untuk “merelakan sesuatu” sesuatu selama Masa Prapaskah sebagai mati raga. (Catatan menarik adalah bahwa pada hari Minggu dan hari-hari raya, seperti Hari Raya St. Yusuf (19 Maret) dan Hari Raya Kabar Sukacita (25 Maret), orang bebas dan diperbolehkan makan / melakukan apa yang telah dikorbankan sebagai mati raga selama Masa Prapaskah). Namun demikian, senantiasa diajarkan kepada saya, “Jika kamu berpantang sesuatu demi Tuhan, teguhkan hatimu. Janganlah berlaku seperti orang Farisi yang suka mencari-cari kesempatan.” Lagipula, penekanan haruslah dititikberatkan pada melakukan kegiatan-kegiatan rohani, seperti ikut serta dalam Jalan Salib, ambil bagian dalam Misa, adorasi di hadapan Sakramen Mahakudus, meluangkan waktu untuk berdoa secara prbadi, membaca bacaan-bacaan rohani, dan yang terutama menerima Sakramen Tobat dengan baik dan memperoleh absolusi. Meskipun praktek perayaan dapat berubah dan berkembang dari jaman ke jaman, namun fokus Masa Prapaskah tetap sama: yaitu menyesali dosa, memperbaharui iman, serta mempersiapkan diri menyambut perayaan sukacita misteri keselamatan kita.

Sumber: yesaya online ***


ULANG TAHUN
Kami mengucapkan selamat hari ulang tahun bagi para umat yang merayakannya :
(28/2) Andreas Hartono
(04/3) Merivia Angelica
(05/3) Canesia Aurell
(12/3) Ema Suryani
(13/3) Jayden Budiman
(14/3) Emily Salice
(14/3) Walter Salice
(08/3) Liam Kiley
(09/3) Vanessa Teramihardja
(11/3) Yohana Brigita
(19/3) Lazuardi Darmadi


LAPORAN KEUANGAN JANUARI’ 12
Saldo Awal: $ 1,992.43
Pemasukan: $ 28.00
Pengeluaran: $ 0.00
Saldo Akhir: $ 2,020.43

Hasil kolekte I sebesar $ 82.00 dan diserahkan kepada rumah biara SCJ Montreal
Hasil kolekte II sebesar 18.00 diserahkan ke kas KKI-Montreal.

*** AGENDA MARET’12

Misa Biasa: Dilanjutkan dengan ramah tamah.
Waktu: Minggu, 18 Maret 2012 Pukul 12:30 - selesai
Tempat: Kapel Biara SCJ 2830 Est Boulevard Gouin Montreal, QC - H2B 1Y7


*** BERITA DUKA
Telah meninggal dunia, Sdri Pascalia. , ibunda dari Sdri. Lissa Soetrisno, 3 Februari di Surabaya. Sdr. Handoko Lukito, ayahanda dari Sdri. Felicia Lukito 12 Februari di Malang
Kami mengucapkan turut berduka cita. Semoga arwah beliau mendapat tempat di sisi Allah Bapa di surga dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

Sunday, February 19, 2012

Perayaan Misa Di Tahun Baru Imlek 2012


Perayaan misa pada awal tahun 2012 diselenggarakan pada hari Minggu, 22 Januari 2012 di Biara SCJ, Montreal. Perayaan misa kali ini tampil sedikit  berbeda dibanding dengan perayaan sebelumnya. Perayaan kali ini di dominasi dengan warna merah, hal ini sehubungan  bertepatan dengan Perayaan Tahun Baru Imlek. Perayaan ini dipimpin oleh Father Jean Claude Bedard, SCJ  karena kesehatan Romo Reinier van Leeuwen, SCJ. masih belum memungkinkan untuk hadir di perayaan misa ini.
















Setelah perayaan misa berakhir, acara dilanjutkan dengan santap siang bersama.



Acara diakhiri dengan foto bersama.





 Keluaraga Besar

Komunitas Katolik Indonesia

Di Montreal

Mengucapkan

Selamat Tahun Baru Imlek

Kepada Yang Merayakannya

Semoga Berkah Tuhan

Selalu Melimpahi Kita Semua.



Friday, January 20, 2012

BULETIN KKI Montreal Edisi Januari 2012


Redaksi

Felicia Lukito




e-mail




dokumentasi

                                                                           www.kkimontreal.blogspot.com



RENUNGAN  ROHANI

Asuhan:
Rm. Reinier Van Leeuwen, SCJ


BERSYUKUR

Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.

Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi target dan keinginan.

Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang

mendatangkan lebih banyak uang.

Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan.

Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapa pun banyak yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''.

Orang yang ''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram.

Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yg sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.

Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah

dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur
...adalah Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung.

Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Ada sebuah kisah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.

Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab,

''Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang."

"Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.''


Bersyukurlah!

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu tumbuh ...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik ...
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut ...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu



***

ULANG  TAHUN


Kami mengucapkan selamat hari ulang tahun bagi para umat yang merayakannya :

22 Jan    Emi Sunarto

27 Jan    Benedicta Hartono

12 Feb   Teguh Dwiputra

13 Feb  Andy Kurniawan

19 Feb  Nicholas Codutti





Laporan Keuangan Desember’ 11

Saldo Awal: $ 2,056.94
Pemasukan:         $    125.00
Pengeluaran:        $    189.51
Saldo Akhir:         $ 1,992.43


Hasil kolekte I sebesar $ 330.00 dan diserahkan kepada rumah biara SCJ Montreal
Hasil kolekte II sebesar 75.00 diserahkan ke kas KKI-Montreal.


***

Agenda Februari’12
Misa Biasa:



Dilanjutkan dengan ramah tamah.



Waktu:

Minggu, 19 Februari  2012

Pukul 12:30 -  selesai



Tempat:

Kapel Biara SCJ

2830 Est Boulevard Gouin

Montreal, QC - H2B 1Y7



***
Segenap keluarga besar
KKI Montreal
mengucapkan
Selamat HUT ke-83
Kepada
Rm. Reinier Van Leeuwen, SCJ
09 Januari 2012
Semoga Tuhan selalu
memberkati Romo Reinier
 dengan kesehatan yang prima.


***



 

Kami mengucapkan terima kasih kepada:
Sdri. Ade Mirna; Sdri. Ani
Sdri. Anti Reksonegoro;
Sdri. Antonia Liliani;
Sdri. Cecilia; Sdri. Ding-Ding
Sdr. Edy Suwanto; Sdri. Emi
Sdri. Felicia;
Sdri. Giana Handojo
Sdri. Henny S; Sdri. Imelda
Sdri. Jenny S; Sdri. Karina
Sdr. Lazuardi; Sdri. Lia
Sdri. Lissa Sutrisno
Sdri. Me Ching
Sdri. Sinta; Sdri. Tresia
Sdri. Vera Meliana
Sdri. Veronica; Sdri. Yunita

Serta beberapa umat lainya

Atas partisipasinya dalam mempersiapkan hidangan pada acara Natal 2011.
Kiranya Tuhan  memberkati.



***